Ajang FIFA Series 2026 yang digelar di Indonesia akan menghadirkan sejumlah tim menarik, salah satunya adalah Saint Kitts and Nevis. Tim asal Karibia ini menjadi salah satu peserta bersama Indonesia, Bulgaria, dan Kepulauan Solomon.
Meski bukan tim unggulan, Saint Kitts and Nevis membawa skuad yang cukup kompetitif, terutama karena banyak pemainnya berkarier di luar negeri, termasuk di Inggris.
Saint Kitts and Nevis dikenal dengan julukan “The Sugar Boyz” dan saat ini berada di kisaran peringkat 150-an FIFA. Tim ini mengandalkan kombinasi pemain lokal dan diaspora yang bermain di berbagai liga dunia. Sekitar 40% pemainnya bermain di luar negeri, terutama di Inggris dan Amerika Latin, yang membuat kualitas tim ini cukup beragam.
Berikut beberapa pemain utama Saint Kitts and Nevis beserta klub dan liga tempat mereka bermain:
🧤 Kiper
Julani Archibald – Platense (Liga Honduras)
🛡️ Bek
- Andre Burley – Dagenham & Redbridge (National League Inggris)
- Pemain diaspora lain juga banyak berkarier di klub semi-profesional Inggris
⚙️ Gelandang
- Romaine Sawyers – (eks West Brom, Inggris / free agent)
- Yohannes Mitchum – Cayon Rockets (Liga Saint Kitts)
- Nequan Browne – United Old Road Jets (Liga Saint Kitts)
- Kaleb Bridgewater – St. Peters FC (Liga Saint Kitts)
- Omari Sterling-James – Hednesford Town (Non-League Inggris)
⚡ Penyerang
- Harry Panayiotou – Morecambe FC (Liga Inggris)
- Tiquanny Williams – United Old Road Jets (Liga Saint Kitts)
- Gvaune Amory – Village Superstars (Liga Saint Kitts)
- Kimaree Rogers – Village Superstars (Liga Saint Kitts)
- Akanye Samuel-Francis – Kalonji Soccer Academy (Amerika Serikat)
🇰🇳 Liga Lokal (SKNFA Premier League)
Beberapa pemain bermain di liga domestik:
- Cayon Rockets
- Village Superstars
- St. Peters FC
Liga ini adalah kasta tertinggi di negara tersebut.
Liga Internasional
- Honduras (Liga Profesional)
- Amerika Serikat (akademi & lower league)
Meski secara ranking di bawah Indonesia, Saint Kitts and Nevis tetap berbahaya karena banyaknya pemain berpengalaman di Eropa. Selain itu, gaya bermainnya direct & cepat. Dan yang tak boleh diremehkan adalah posisinya yang underdog. Dengan kondisi ini, bukan tidak mungkin akan membuat kejutan. Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi mereka di laga pembuka FIFA Series 2026.

