Liverpool Tumbang di Markas PSG, Mohamed Salah Hanya Jadi Penonton di Liga Champions

Paris Saint-Germain (PSG) berhasil meraih kemenangan penting saat menjamu Liverpool pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026. Bermain di Parc des Princes, tim tuan rumah tampil dominan dan sukses mengalahkan wakil Inggris tersebut dengan skor 2-0. Hasil ini membuat Liverpool harus bekerja keras pada leg kedua jika ingin menjaga peluang lolos ke semifinal.

Kekalahan ini semakin menarik perhatian karena bintang utama Liverpool, Mohamed Salah, tidak dimainkan sama sekali dalam pertandingan tersebut. Keputusan tersebut menimbulkan banyak pertanyaan dari para penggemar dan pengamat sepak bola.

PSG Tampil Dominan Sejak Awal Pertandingan

PSG langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal pertandingan. Bermain di hadapan pendukung sendiri membuat tim asuhan Luis Enrique tampil percaya diri dan mampu mengontrol suatu jalannya laga.

Gol pertama PSG tercipta pada menit ke-11 melalui pemain muda berbakat Desire Doue. Tembakan Doue sempat mengenai pemain Liverpool sehingga arah bola berubah dan mengecoh kiper Giorgi Mamardashvili. Gol tersebut membuat PSG semakin nyaman mengembangkan permainan.

Setelah unggul lebih dulu, PSG tidak menurunkan tempo permainan. Tim asal Prancis itu terus menekan pertahanan Liverpool yang terlihat kesulitan keluar dari tekanan.

Liverpool sendiri mencoba bermain lebih bertahan untuk meredam agresivitas tuan rumah. Namun strategi tersebut membuat mereka kesulitan membangun serangan dan jarang memberikan ancaman berarti ke gawang PSG.

Gol Kvaratskhelia Mengunci Kemenangan PSG

Pada babak kedua, PSG kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu tim terbaik di Eropa. Dominasi mereka akhirnya membuahkan gol kedua pada menit ke-65.

Gol tersebut dicetak oleh Khvicha Kvaratskhelia melalui aksi individu yang memukau. Ia menerima umpan terobosan dari Joao Neves, lalu berhasil melewati kiper sebelum memasukkan bola ke gawang kosong.

Gol tersebut menjadi penutup kemenangan PSG dengan skor 2-0. Hasil ini memberikan modal penting bagi tim Paris sebelum menjalani pertandingan leg kedua di Anfield.

Meski hanya mencetak dua gol, PSG sebenarnya memiliki sejumlah peluang tambahan. Beberapa kesempatan emas dari Ousmane Dembele dan pemain lainnya nyaris memperbesar keunggulan.

Liverpool Kesulitan Mengembangkan Permainan

Liverpool mengalami malam yang sulit di Paris. Sepanjang pertandingan, The Reds terlihat kesulitan mengembangkan permainan dan gagal memberikan tekanan berarti kepada PSG.

Bahkan dalam statistik pertandingan, Liverpool tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran. Hal ini menunjukkan betapa dominannya PSG dalam laga tersebut.

Manajer Liverpool, Arne Slot, tampaknya memilih pendekatan yang lebih defensif. Ia menurunkan formasi yang lebih fokus pada pertahanan untuk menahan serangan PSG.

Namun strategi tersebut justru membuat Liverpool kehilangan kreativitas di lini depan. Tanpa serangan yang efektif, mereka hanya mampu bertahan dan menunggu kesempatan yang tidak pernah benar-benar datang.

Keputusan Mengejutkan: Mohamed Salah Dicadangkan

Salah satu keputusan paling mengejutkan dalam pertandingan ini adalah tidak dimainkannya Mohamed Salah. Penyerang asal Mesir tersebut hanya duduk di bangku cadangan sepanjang pertandingan.

Padahal, Salah dikenal sebagai pemain yang sering menjadi pembeda bagi Liverpool dalam laga-laga besar. Absennya pemain berusia 33 tahun itu tentu membuat lini serang The Reds kehilangan daya gedor.

Keputusan Arne Slot ini memicu berbagai spekulasi. Beberapa pihak menilai pelatih Liverpool ingin mencoba pendekatan taktis yang berbeda, sementara yang lain mempertanyakan alasan di balik keputusan tersebut.

Meski tidak bermain, Salah tetap menunjukkan profesionalisme. Ia tetap terlibat dalam aktivitas tim setelah pertandingan dan menjaga sikap positif meskipun tidak mendapatkan kesempatan tampil.

Strategi Arne Slot Dipertanyakan

Eksperimen taktik yang dilakukan Arne Slot menjadi sorotan setelah kekalahan ini. Banyak pengamat menilai bahwa pendekatan defensif Liverpool justru membuat tim kehilangan identitas permainan menyerang yang selama ini menjadi kekuatan mereka.

Dengan tidak memainkan Salah dan memilih strategi bertahan, Liverpool terlihat kesulitan keluar dari tekanan PSG.

Beberapa analis bahkan menyebut Liverpool cukup beruntung hanya kalah dua gol. PSG memiliki sejumlah peluang yang seharusnya bisa membuat skor lebih besar jika penyelesaian akhir mereka lebih efektif.

Hal ini tentu menjadi bahan evaluasi penting bagi Liverpool menjelang pertandingan leg kedua.

Harapan Liverpool di Anfield

Meskipun kalah 0-2, peluang Liverpool untuk lolos ke semifinal belum sepenuhnya tertutup. Mereka masih memiliki kesempatan membalikkan keadaan saat bermain di kandang sendiri, Anfield.

Sejarah menunjukkan bahwa Liverpool sering mampu melakukan comeback dramatis di kompetisi Eropa ketika bermain di depan pendukungnya sendiri.

Atmosfer Anfield yang terkenal angker bagi tim lawan bisa menjadi senjata tambahan bagi The Reds. Jika mampu tampil lebih agresif dan memanfaatkan peluang dengan baik, Liverpool masih berpeluang mengejar ketertinggalan.

Namun mereka harus meningkatkan performa secara signifikan, terutama di lini serang.

PSG di Atas Angin Menuju Semifinal

Di sisi lain, kemenangan ini membuat PSG berada dalam posisi yang sangat menguntungkan. Dengan keunggulan dua gol, mereka hanya perlu menjaga konsistensi permainan pada leg kedua.

PSG juga menunjukkan kualitas sebagai juara bertahan Liga Champions dengan permainan yang solid di semua lini.

Jika mampu mempertahankan performa seperti pada leg pertama, tim asuhan Luis Enrique memiliki peluang besar untuk melangkah ke babak semifinal.

Namun mereka tetap harus waspada karena Liverpool dikenal sebagai tim yang mampu menciptakan kejutan dalam pertandingan besar.

Kesimpulan

Kekalahan Liverpool dari PSG dengan skor 0-2 di Parc des Princes menjadi hasil yang mengecewakan bagi The Reds. Dominasi PSG sepanjang pertandingan membuat Liverpool kesulitan mengembangkan permainan.

Gol dari Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia memastikan kemenangan penting bagi tim tuan rumah sekaligus memberi mereka keunggulan menjelang leg kedua.

Keputusan Arne Slot yang tidak memainkan Mohamed Salah juga menjadi salah satu sorotan utama dalam laga ini. Absennya sang bintang membuat lini serang Liverpool kehilangan tajinya.

Kini Liverpool harus mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk pertandingan berikutnya di Anfield. Jika ingin menjaga peluang di Liga Champions, mereka wajib tampil jauh lebih baik dibandingkan pada leg pertama.

Sementara itu, PSG berada di jalur yang tepat untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju semifinal dan mempertahankan ambisi meraih gelar Liga Champions kembali musim ini.